Atasi Kejahatan Dunia Maya, Kemenko Polhukam ke Belanda

Publication date: 2017-11-20 13:00

20 staf Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) meraih beasiswa tailor-made training StuNed dari Pemerintah Kerajaan Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia. Mereka akan mengikuti pelatihan “Capacity Building on Cyberspace Security and Resilience”. Penyerahan beasiswa disampaikan secara simbolis oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl kepada Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur (Kominfotur) Kemenko Polhukam, Warsono, di Jakarta (20/11). Turut hadir dalam acara ini, Penasehat Keamanan Regional Kedutaan Besar Belanda, Angele Samura, dan jajaran pejabat di lingkungan Kemeko Polhukam.


StuNed TMTAngele Samura (ketiga dari kiri) saat menyampaikan sambutan dalam acara penyerahan beasiswa StuNed, yang dihadiri oleh Deputi Bidang Kominfotur, Kemenko Polhukam, Warsono (kelima dari kiri) dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl (kedua dari kiri).

Dalam sambutannya, Warsono menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf Polhukam dalam pengelolaan keamanan dunia maya. “Kejahatan dunia maya makin meningkat, mulai dari sektor perbankan sampai terorisme, yang dapat berdampak masif sampai ke tingkat nasional. Hal ini membutuhkan penanganan yang lebih kompleks, sehingga dianggap perlu untuk mendalami teknologi Belanda yang lebih maju,” ujarnya lebih lanjut.

Kekuatiran yang sama juga diungkapkan oleh Angele Samura. “Ancaman dunia maya meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir ini. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, termasuk Belanda. Perlu kemitraan untuk penanganannya, antara lain dalam bentuk pelatihan seperti ini”. 

Mulai 4 Desember 2017, para peserta akan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Crisisplan BV selama dua minggu di Leiden dan Den Haag. “Tailor-made training ini merupakan salah satu modalitas StuNed untuk merancang pelatihan sesuai kebutuhan Polhukam. Pemilihan penyelenggara pelatihan dilakukan dengan sistem tender, yang dimenangkan oleh Crisisplan BV yang membentuk konsorsium dengan Cyber Security Academy di Belanda,” demikian dijelaskan oleh Peter van Tuijl mengenai latar belakang penyelenggaraan pelatihan.

Diperbaharuai terakhir 2017-11-23 08:56