20 Staf Kemenkeu ke Belanda untuk Pelatihan Analisa HBU

Publication date: 2017-10-02 14:36

20 staf Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meraih beasiswa StuNed dari Pemerintah Kerajaan Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia. Mereka akan mengikuti pelatihan “Capacity Enhancement in Highest and Best Use (HBU) Analysis of Public Infrastructure Assets”. Penyerahan beasiswa disampaikan secara simbolis oleh Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Dodi Iskandar, di Jakarta (28/9), disaksikan Sarah Spronk, Penasehat Pendidikan Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda, Isa Rachmatarwata, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, dan jajaran pejabat di lingkungan DJKN dalam acara ini.

KemenKeu

Pelatihan ini bertujuan untuk mendalami pengalaman Belanda dalam mempraktikkan analisa HBU, baik dari sisi pemerintah maupun swasta dalam mengkaji pilihan-pilihan untuk pengembangan prasarana umum, yang paling memberikan nilai tertinggi. “Kita belajar dari berbagai pengalaman negara-negara maju, antara lain Belanda. Pelatihan ini juga bukti pentingnya pengembangan kapasitas staf, untuk perubahan dari sekedar administrator aset, menjadi manajer aset negara,” demikian disampaikan Isa Rachmatarwata dalam sambutannya.

Di kesempatan yang sama, Sarah Spronk juga menimpali bahwa Belanda juga bangga dipilih sebagai tempat untuk menimba ilmu. “Meskipun prasarana umum di Belanda berbeda dengan Indonesia, tetapi kita menghadapi beberapa tantangan yang sama, misalnya peningkatan tinggi permukaan air laut. Semua aspek baik dari sisi teknis maupun manajemen sama pentingnya untuk peningkatan nilai aset,” tambahnya. 

Penyelenggara pelatihan adalah Nyenrode University. “Nyenrode University merupakan sekolah bisnis terkemuka di Belanda, yang masuk sebagai universitas riset. Sebagian besar trainernya merupakan praktisi berpengalaman di bidangnya masing-masing. Pendekatannya langsung dan aktif melibatkan peserta dalam diskusi,” kata Indy Hardono menyebutkan keunggulan universitas ini.

Para peserta akan berada di kota Breukelen, Belanda selama dua minggu, dari tanggal 1 sampai 14 Oktober 2017. Selesai pelatihan, peserta akan menerapkan hasil pelatihan dengan menganalisa proyek bandar udara internasional Kertajati, Jawa Barat.

Diperbaharuai terakhir 2017-10-02 14:36