Nuffic Neso Indonesia Ajak Masyarakat Ambon untuk Studi & Riset di Belanda

Publication date: 2019-08-27 09:55

Untuk mensosialisasikan informasi peluang studi dan riset di Belanda, Nuffic Neso Indonesia hadir di Universitas Pattimura Ambon, 22-23 Agustus 2019 pada acara The 3rd Lingua, Culture, and Education Expo 2019. Selain hadir di acara pameran, Nuffic Neso juga mengadakan pertemuan makan malam dengan para alumni Belanda di Hotel Swiss Bel Hotel pada hari Kamis, 22 Agustus 2019.

Nuffic Neso Indonesia mengajak masyarakat di Ambon untuk melakukan studi dan riset di  Negara Belanda. Untuk itu, saat ini Nuffic Neso Indonesia sementara melakukan sosialisasi di sejumlah universitas di Kota Ambon.

Untuk mensosialisasikan informasi peluang studi dan riset di Belanda, Nuffic Neso Indonesia hadir di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, 22-23 Agustus tahun 2019, pada acara pameran pendidikan dan kebudayaan tahun 2019. Selain hadir di acara pameran, Nuffic Neso Indonesia juga mengadakan pertemuan makan malam dengan para alumni Belanda di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (22 Agustus 2019). 

Menurut Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso Indonesia, Nuffic Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi nonprofit yang berkantor pusat di Denhaag. Kegiatan Nuffic didanai sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Belanda untuk menangani kerjasama internasional dibidang pendidikan.

Peter menambahkan Nuffic Neso Indonesia yang berkantor di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta menyediakan informasi, serta memberikan konsultasi mengenai lebih dari 2.100 program studi internasional di Belanda yang diajarkan sepenuhnya dalam Bahasa Inggris.

“Sejak tahun 2000 Nuffic Neso Indonesia telah diberi kepercayaan oleh Kedutaan Belanda untuk mengelola beasiswa StuNed. Beasiswa StuNed merupakan salah satu beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Belanda bagi warga negara Indonesia,” ujar Peter.

Dia mengatakan, selain beasiswa StuNed, ada banyak program beasiswa yang memungkinkan masyarakat Indonesia untuk studi di Belanda, seperti misalnya beasiswa Orange Knowledge Programme (OKP), Orange Tulip Scholarship (OTS), Holland Scholarhip serta beasiswa dari masing-masing universitas di Belanda. Belum lagi beasiswa dari pemerintah Indonesia seperti beasiswa LPDP, beasiswa unggulan kemendikbud, beasiswa Budi, beasiswa MORA dan lain-lain.

Dikatakan, saat ini seharusnya faktor biaya tidak lagi menjadi penghalang untuk melanjutkan studi. Informasi mengenai peluang beasiswa studi di Belanda dapat diakses melalui www.nesoindonesia.or.id/beasiswa

“Saat ini 13 dari total 14 universitas riset yang dibiayai oleh pemerintah Belanda sudah masuk kedalam 200 besar ranking dunia. Maka tidak mengherankan jika dikatakan bahwa kualitas pendidikan di Belanda sudah merata dan diakui dunia. Lebih dari 122,000 mahasiswa internasional dari 164 kewarganegaraan yang berbeda menempuh pendidikan di Belanda pada tahun akademik 2018-2019. Salah satu alasannya adalah, karena banyaknya program studi internasional yang ditawarkan di Belanda, sehingga tanpa perlu belajar Bahasa Belanda terlebih dahulu,” tutur Peter. 

Peter mengemukakan siapapun dapat melanjutkan studi di Belanda dengan kemampuan bahasa Inggris yang cukup. Bagi warga negara Indonesia, tinggal di Belanda akan menjadi terasa home away from home, lantaran adanya hubungan historis dengan Belanda, maka dari segi makanan dan bahasa banyak kesamaan, selain itu penerimaan orang Belanda yang juga hangat terhadap orang Indonesia.

“Saya yakin pelajar Indonesia akan mendapatkan fasilitas riset yang memadai dengan didukung oleh lingkungan internasional, sehingga nantinya dapat bersaing dengan masyarakat global,” kata Direktur Nuffic Neso Indonesia ini.

Diperbaharuai terakhir 2019-08-27 10:06