BPK-RI dan Neso Indonesia Mengirim 20 Auditor ke Belanda

Jakarta -- Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) bekerja sama dengan Netherlands Education Support Office (NESO) mengirim 20 auditor BPK-RI untuk mengikuti Short Course Audit of Public Works (Ke-PU-an) di Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS), Rotterdam, Belanda. Short Course diselenggarakan mulai 28 Maret sampai dengan 29 April 2008.

 

Pelepasan peserta short course dilakukan di Kantor BPK-RI Pusat, Jakarta, dengan disaksikan langsung oleh Ketua BPK, Prof. Dr. Anwar Nasution; Direktur NESO Indonesia, Mr. Marrik Bellen; Head of Scholarships Department, Mrs. Monique Soesman; dan Senior Scholarship Officer, Mrs. Ungki Aldar; serta jajaran pejabat tinggi BPK lainnya.

Dua puluh auditor yang dikirim untuk mengikuti short course ini adalah: Roes Nelly (Auditorat Keuangan Negara I), Nini Roihanah (AKN I), Diyah Ayu Hernawati (AKN II), Subagijanto (AKN IV), Luthfi Hanni (AKN IV), Muh. Arfan Kemal (AKN IV), Yuli Anjarochmi (AKN IV), Immanuel Tarigan (AKN IV), Agustinus Dompak Sitakar (AKN IV), Saif Alhawariy (AKN IV), Novel Anwar (AKN VII), Iman Santoso (Investigasi), Robinson Pardamean H. Aritonang (BPK Perwakilan Banjarmasin), I Gede Sudi Adnyana (BPK Perwakilan Denpasar), Imran (BPK Perwakilan Makassar), Hari Haryanto (BPK Perwakilan Makassar), Devina Foriansari (BPK Perwakilan Palembang), Dedy Eryanto (BPK Perwakilan Surabaya), Sri Endah Nuryani (BPK Perwakilan Makassar), dan Maya Safira (BPK Perwakilan Palembang).

Short course tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang pemeriksaan khususnya di bidang Infrastuktur dan ke-PU-an. Dua bidang tersebut akan meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan BPK dan demi tercapainya good governance di Indonesia.

Menurut Direktur NESO Indonesia, program untuk BPK merupakan tailor made programme StuNed melalui prosedur pendaftaran kelompok. Dalam hal ini BPK mengajukan proposal training kepada NESO. Tim komite seleksi menilai bahwa training sangat diperlukan bagi para auditor BPK dan sesuai dengan sektorsektor yang menjadi fokus tailor made programme StuNed, di antaranya adalah good governance dan pemberantasan korupsi. Proposal disetujui dengan pertimbangan akan membawa dampak luas dalam usaha-usaha pemberantasan korupsi, mengingat para peserta berasal dari berbagai Kantor Perwakilan BPK-RI di daerah. Pertimbangan lainnya adalah komitmen kuat dari BPK untuk nantinya berbagi ilmu dan kemampuan yang didapat dari training tersebut dengan auditor-auditor lainnya melalui program ToT (Training of Trainers).

Lebih lanjut, BPK berharap program ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang. Selain itu, BPK juga berharap akan ada kuota khusus bagi pegawai BPK setiap tahunnya untuk mengikuti seleksi beasiswa S2 di Belanda.