DEPDIKNAS-Kerajaan Belanda Lanjutkan Kerjasama Bidang Pendidikan
19 Sep 2008
Jakarta, 18/9 (ANTARA) - Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melanjutkan naskah kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kedubes Kerajaan Belanda sebagai upaya peningkatan kerjasama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Fasli Jalal,
kerjasama ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada
di bidang pendidikan dan bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
"Kegiatan ini juga untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) di
Indonesia melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman dan sarana antara
Indonesia dan
Belanda," katanya saat penandatanganan MoU di Gedung Depdiknas
Jakarta, Kamis.
Menurut Fasli, terdapat perubahan "implementing agency" dari Netherland
Education Centre (NEC) menjadi Netherland Education Support Office (NESO)
Indonesia.
"Salah satu instrumen utama untuk peningkatan SDM di Indonesia adalah
Program Beasiswa StuNed yang dikelola NESO," tuturnya.
Selama kerjasama
berlangsung, kata dia, Pemerintah Kerajaan Belanda yang dikoordinasikan oleh
NESO-Indonesia akan memberikan beasiswa sebanyak 200 mahasiswa Indonesia untuk
program post doctorate di perguruan tinggi Belanda atau dengan hibah sebesar
5,5juta euro atau sekitar Rp74 Miliar.
"Pihak Kedubes Belanda di Jakarta
bersama NESO telah memfasilitasi wadah atau kegiatan berupa steering committee
(SC), annual meeting dan joint selection sebagai peningkatan peran dan
kontribusi Ditjen Dikti yang lebih luas," ujar Fasli.
Dubes Kerajaan
Belanda untuk Indonesia
Dr Nikolaos van Dam mengaku senang
karena di tahun-tahun terakhir ini telah terjadi peningkatan jumlah program
ganda (double degree) antara institusi
Indonesia dan
Belanda.
"Ini merupakan kemajuan yang positif dan contoh yang sangat
bagus dari kerjasama yang saling menguntungkan," tuturnya. Van Dam berharap
bentuk kerjasama ini akan dapat meningkatkan jumlah pertukaran dua arah staf dan
mahasiswa.
Ia berharap lebih banyak mahasiswa Belanda yang akan datang
ke Indonesia sebagai
bagian dari studi mereka. "Pengalaman internasional sangat penting untuk
masing-masing individu, organisasi dan untuk negara. Juga krusial bagi SDM yang
dibutuhkan setiap negara dalam negara dalam dunia kini yang terimbas
globalisasi," katanya.
Sumber: Antara Online