Laporan dari Wageningen: Cabe Baru Kaya Nutrisi
08 Aug 2008
Wageningen - Selain tahan terhadap hama dan penyakit (tak perlu obat kimia), cabe varitas baru nantinya juga kaya nutrisi seperti vitamin C, karotenoid (prekursor vitamin A), dan lain-lain.Cabe yang kaya nutrisi ini risetnya juga dilakukan di Universitas Wageningen oleh Wahyuni dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong.
Ini saling melengkapi dengan riset ketahanan cabe
terhadap hama dan penyakit yang digeluti Syarifin Firdaus dari Pusat
Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi IPB (jebolan Universitas
Negeri Malang), Awang Maharijaya dari Departemen Agronomi IPB, dan
Hartati dari Bioteknologi LIPI Cibinong.
Menilik cabe dan tanaman lainnya dari famili Solanacea tak
terpisahkan dari gastronomi dan pola makan rakyat Indonesia, maka hasil
riset mereka kelak bisa sangat terasa manfaatnya. Konsumen bisa
menikmati cabe kaya nutrisi (sangat bergizi) dan bebas dari residu
pestisida atau obat kimia lainnya. Sementara petani juga bisa meraih
margin lebih besar karena ongkos produksi murah.
Eksplorasi
nutrisi dan genetiknya diupayakan meningkatkan kualitas nutrisi cabe
komersial melalui introgresi (pemindahan, red) gen-gen pengendalinya
dari suatu jenis ke jenis komersial.
"Ada beberapa metabolit
yang dijadikan target dalam riset ini, yaitu metabolit sekunder terkait
dengan kesehatan tubuh seperti vitamin C, karotenoid dan lain-lain,"
ujar Wahyuni kepada detikcom saat dikunjungi di greenhouse Unifarm, Universitas Wageningen, Rabu (6/8/2008).
Riset
Wahyuni ini berlangsung mulai Maret 2008 hingga 2012, dinaungi oleh
kerjasama Indonesia-Belanda dengan nama Indosol Project.
Pendekatan dan Metode
Analisis
metabolit sekunder tersebut dilakukan pada beberapa jenis cabe yang
berasal dari beberapa negara di seluruh dunia seperti AS, Bolivia,
Mexico, Suriname, dan Indonesia. Pemilihan jenis cabai didasarkan pada
keunikan yang dimiliki setiap jenis cabai, termasuk warna dan bentuk
buah.
Wahyuni melakukannya dengan dua pendekatan, yakni Targeted Analysis (TA) dan Untargeted Analysis (UA).
TA dimaksudkan untuk menganalisis kandungan metabolit tertentu, seperti
yang telah disebutkan di atas. Metode yang digunakan adalah High Performance Liquid Chromatography (HPLC).
Sementara
UA dilakukan untuk mengungkap seluruh kandungan metabolit lain (selain
target), sehingga didapatkan gambaran menyeluruh mengenai metabolit apa
saja yang terkandung di dalam buah cabe. Metode yang digunakan dalam
analisis ini adalah Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS).
Hasil
analisis kemudian dibandingkan antara satu jenis dengan jenis cabe yang
lain, dengan membandingkan konsentrasi masing-masing metabolit dan ada
tidaknya metabolit di antara jenis-jenis cabe.
Perbedaan
konsentrasi metabolit selanjutnya akan dicek tingkat genetik yaitu
melihat pengaturan ekspresi gen-gen yang terkait dengan produksi
metabolit sekunder.
Supervisi dilakukan oleh dua pakar di bidangnya yaitu Dr Arnaud Bovy dari Plant Research Institute (PRI) Wageningen, Belanda, dan Dr Enny Sudarmonowati dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI.(es/es)
Source: http://www.detiknews.com/read/2008/08/08/165947/985408/10/cabe-baru-kaya-nutrisi