Konsorsium Delapan Media Cetak Ikuti Pelatihan online

09 Dec 2009

Nuffic Neso Indonesia, melalui program beasiswa StuNed, memberangkatkan 16 orang wartawan untuk mengikuti tailor-made training di Radio Netherlands Training Centre (RNTC) Hilversum, Belanda. Training yang bertema “Multimedia Training: from Print to Online Journalism” bertujuan untuk meningkatkan kualitas media online di Indonesia. Seluruh peserta dilepas secara resmi hari ini (6/11) oleh Bapak Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia dan Bapak Daniel Rembeth, CEO The Jakarta Post di kantor The Jakarta Post, Jakarta.

Nuffic-Neso Indonesia terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di
organisasi di Indonesia, termasuk wartawan. Keenambelas peserta yang terdiri dari enam
wanita dan sepuluh pria, berasal dari delapan media dari seluruh Indonesia, tiga diantaranya adalah media cetak dari luar Jawa (Bali Post, Tribun Kaltim, Fajar Makasar) dan lima lainnya adalah The Jakarta Post (lead consortium), Kompas, Tempo, Pikiran Rakyat dan Surya.

Selama dua minggu, seluruh peserta akan mengikuti pelatihan di dalam kelas dan melakukan kunjungan lapangan di Belanda. Tujuh orang yang mewakili delapan media dan satu orang
perwakilan konsorsium akan tinggal seminggu lebih lama untuk memperdalam best practices media online di Belanda. Sekembali dari Belanda, para peserta berkomitmen untuk menyebarluaskan pengetahuan yang telah didapatkan kepada sesama rekan di medianya masing-masing.


“Nuffic Neso Indonesia senang konsorsium media cetak mempercayai Belanda sebagai tempat untuk mendapatkan referensi dan pengetahuan bagaimana media online berkembang, serta merasakan bagaimana tren pergeseran dari media cetak menuju era digital. Tema pelatihan ini sejalan dengan Multi Annual Strategic Plan (MASP) 2008-2011 Kedutaan Besar Belanda, dimana salah satunya adalah penguatan demokrasi melalui peningkatan kapasitas media. Ini merupakan tailor-made training pertama bagi media cetak. “ demikian disampaikan Bapak Marrik
Bellen, Direktur Nuffic-Neso Indonesia dalam sambutannya.


Beasiswa StuNed
StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda yang bertujuan untuk mendukung pencapaian “UN Millenium Development Goals” pada tahun 2015. Kerangka kerja sama bilateral dengan Indonesia tercantum dalam Multi-Annual Strategic Plan
2008-2011 (MASP) yang bertujuan meningkatkan kerja sama bilateral dan memberikan dukungan kepada Indonesia dalam rangka mewujudkan target pembangunan jangka menengah.

Setiap tahun antara 150 sampai 200 beasiswa penuh ditawarkan kepada mereka yang berkecimpung dalam pembangunan Indonesia. Beasiswa StuNed dapat digunakan untuk mengikuti program master, short courses, tailor-made training dan refresher courses. Para peminat beasiswa StuNed dapat melamar lewat jalur pendaftaran individu (Individual Application) ataupun pendaftaran kelompok (Group Application).


Nuffic - Neso Indonesia
Nuffic - Neso Indonesia adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda (biasa disebut Neso Indonesia) untuk menangani berbagai hal yangberkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda. Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi. Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 1.450 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris. Neso Indonesia juga
memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda. Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, Neso Indonesia menawarkan setiap tahun program beasiswa bagi sekitar 300 warga negara Indonesia
dalam bentuk program master dan pelatihan.