Pelaku utama pengembangan ekonomi regional dari 6 provinsi mengikuti pelatihan di Belanda
09 Dec 2009
Nuffic Neso Indonesia, melalui program beasiswa StuNed, memberangkatkan 51 orang peserta , yang mewakili pemerintah kabupaten/kota/provinsi, pihak swasta, Bappenas dan universitas setempat, untuk mengikuti tailor-made training mengenai Regional Economic Development Support/REDS selama tiga minggu di Belanda. Seluruh peserta dilepas secara resmi hari ini (23/10) oleh Bapak Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia dan Bapak Dr. Avip Syaefullah, drg, M.Pd, Kepala Pusbindiklatren Bappenas di kantor Pusbindiklatren Bappenas, Jakarta.
Nuffic Neso Indonesia terus mendukung upaya Bappenas, khususnya Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren), untuk meningkatkan kapasitas para perencana di BAPPEDA tingkat provinsi/kabupaten/kota dan satuan kerja pemerintah daerah terkait serta pihak swasta. Seluruh peserta akan dibagi menjadi dua kelompok, yakni 25 peserta akan mengikuti pelatihan di Institute of Housing and Urban Studies (IHS) Rotterdam, sedangkan sisanya (26 peserta) akan mengikuti pelatihan di Rijksuniversiteit Groningen. Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan terkini mengenai topik tersebut, dengan melakukan kunjungan lapangan peserta juga akan mendapatkan best practices tentang bagaimana ekonomi regional berkembang di negeri Belanda
Ke-51 peserta berasal dari lima provinsi di luar pulau Jawa dan satu dari propinsi di Jawa. Masing-masing berasal dari kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan pendamping dari Universitas Andalas; Singkawang, Kalimantan Barat dengan pendamping dari Universitas Tanjungpura; Kendari, Sulawesi Tenggara dengan pendamping dari Universitas Haluoleo; Bantul, Jawa Tengah dengan pendamping dari Universitas Gadjah Mada; Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan pendamping dari Universitas Mataram dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan dengan pendamping dari Universitas Hasanudin.
Selama pelatihan di Belanda, para peserta juga akan mendiskusikan rencana kerja produk unggulan daerah masing-masing dengan mengadopsi dan mengadaptasi best practices pengembangan ekonomi regional di Belanda. Sekembali dari Belanda, rencana kerja tersebut kemudian akan dimatangkan dalam seminar tingkat lokal dan nasional untuk mendapatkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Lebih lanjut, masing-masing provinsi juga akan merintis REDS centre agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat disebarluaskan dan berkelanjutan.
Sebelum berangkat ke Belanda, peserta dibekali pelatihan selama dua minggu di UGM Yogyakarta bagi yang akan berangkat ke IHS-Rotterdam dan di ITB bagi yang akan berangkat ke RUG-Groningen. Pelatihan tersebut dan kegiatan paska pelatihan yaitu seminar lokal dan nasional akan dibiayai oleh Bappenas dan pemerintah daerah yang bersangkutan. Ini adalah satu bentuk komitmen Bappenas dan pemerintah daerah dalam cost sharing pembiayaan. Sedangkan pelatihan di Belanda sepenuhnya didukung oleh beasiswa StuNed.
“Program pelatihan ini merupakan salah satu program StuNed Group Application yang berhasil lolos proses seleksi untuk tahun 2009. Bappenas sebagai requesting organisation mengajukan proposal pelatihan untuk meningkatkan kapasitas para perencana di provinsi/kabupaten/kota dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan ekonomi regional. Tema pelatihan tersebut sejalan dengan Multi Annual Strategic Plan (MASP) 2008-2011 Kedutaan Belanda, yaitu penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pembangunan. Kebutuhan pelatihan ini juga cocok dengan tujuan beasiswa StuNed yakni untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di organisasi-organisasi di Indonesia, khususnya yang disesuaikan dengan kebutuhan requesting organisation, dalam hal ini Bappenas“ demikian disampaikan Bapak Marrik Bellen, dalam sambutannya.
Beasiswa StuNed
StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda yang bertujuan untuk mendukung pencapaian “UN Millenium Development Goals” pada tahun 2015. Kerangka kerja sama bilateral dengan Indonesia tercantum dalam Multi-Annual Strategic Plan 2008-2011 (MASP) yang bertujuan meningkatkan kerja sama bilateral dan memberikan dukungan kepada Indonesia dalam rangka mewujudkan target pembangunan jangka menengah.
Setiap tahun antara 150 sampai 200 beasiswa penuh ditawarkan kepada mereka yang berkecimpung dalam pembangunan Indonesia. Beasiswa StuNed dapat digunakan untuk mengikuti program master, short courses, tailor-made training dan refresher courses. Para peminat beasiswa StuNed dapat melamar lewat jalur pendaftaran individu (Individual Application) ataupun pendaftaran kelompok (Group Application).
Nuffic - Neso Indonesia
Nuffic – Neso Indonesia adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda (biasa disebut Neso Indonesia) untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda. Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi. Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 1.450 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda. Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, Neso Indonesia menawarkan setiap tahun program beasiswa bagi sekitar 300 warga negara Indonesia dalam bentuk program master dan pelatihan.