16 Pengajar Kesehatan Masyarakat dari Tujuh Universitas di Indonesia Berangkat ke Belanda
18 Jan 2010
Nuffic Neso Indonesia, melalui program beasiswa StuNed, memberikan beasiswa penuh kepada 13 pengajar dan 3 staff dari Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan untuk mengikuti pelatihan selama enam minggu di Royal Tropical Institute (KIT) Amsterdam, Belanda. Pelatihan yang bertema “Developing Integrated Surveillance System in Public Health Training” melibatkan tujuh universitas di Indonesia. Seluruh peserta dilepas secara resmi hari ini (15/1) oleh Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia didampingi oleh Bambang Wispriyono, Dekan FKM UI dan Sunardji, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama UI, di kampus UI Depok.
“Nuffic Neso Indonesia menyambut baik keinginan Fakultas Kesehatan Masyarakat dari berbagai universitas di seluruh Indonesia mempercayakan Belanda sebagai tempat untuk mendapatkan referensi dan pengetahuan bagaimana integrated surveillance berkembang, serta merasakan sendiri bagaimana pengelolaan kesehatan masyarakat di Belanda. Tema pelatihan ini sejalan dengan Multi Annual Strategic Plan (MASP) 2008-2011 Kedutaan Besar Belanda, di mana salah satunya adalah ikut serta mendorong terwujudnya kondisi ekonomi yang kuat dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “ demikian Bapak Marrik Bellen, Direktur Nuffic-Neso Indonesia.
Selain pengetahuan dan keterampilan terkini yang akan diperoleh, peserta diharapkan juga dapat meningkatkan wawasan terkait dengan integrated surveillance di negara maju seperti Belanda. Nantinya peserta diwajibkan untuk menyebarluaskan pengetahuan yang telah didapatkan melalui lokakarya nasional yang rencananya akan diselenggarakan bersama dengan Asosiasi Kesehatan Masyarakat seluruh Indonesia. Selain itu, sedikitnya dua modul tentang integrated surveillance bidang kesehatan yang akan diajarkan di universitas juga akan disusun dan disebarkan dalam lokakarya nasional ini.
Dekan FKM UI, Bambang Wispriyono dalam sambutannya mengatakan, “Kami harapkan melalui pelatihan ini peserta akan mendapatkan teknik, metode, model monitoring dan evaluasi indikator kesehatan dan dapat meneruskannya kepada rekan- rekan sejawat setibanya di tanah air”.
Peserta terdiri dari sembilan perempuan dan tujuh pria yang berasal dari tujuh universitas dari seluruh Indonesia di mana lima diantaranya berasal dari luar Jawa, yaitu Universitas Mulawarman (Samarinda), Universitas Hasanuddin (Makassar), Universitas Udayana (Denpasar), Universitas Mataram (Mataram) dan Universitas Cendrawasih (Jayapura).
Nuffic-Neso Indonesia terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lembaga-lembaga di Indonesia, termasuk kapasitas SDM bidang kesehatan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat yang selanjutnya akan berdampak pada peningkatan produktivitas penduduk. Salah satu upaya peningkatan kapasitas SDM tersebut adalah melalui pelatihan (training).