18 Dosen berangkat ke Belanda untuk mendalami hak masyarakat adat

15 Mar 2010

Pemerintah Belanda melalui beasiswa StuNed memberikan beasiswa kepada 18 dosen bidang Hukum dan Sosiologi dari 13 universitas di Indonesia untuk mendalami hak-hak masyarakat adat di Leiden. Peserta akan dilepas secara resmi hari Jumat (12/3) oleh Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia dan Bapak Arief Hidayat, Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro di kantor Nuffic-Neso, Jakarta.

Wacana mengenai perlunya perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat untuk dirangkul dalam hukum positif telah lama menjadi perhatian. Sayangnya beberapa fakultas hukum di Indonesia masih kekurangan sumber daya untuk mendukungnya dari segi ilmiah. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi para dosen fakultas hukum dalam socio legal studies, khususnya kajian yang mendorong dan melindungi hak-hak masyarakat adat.

Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga minggu (15 Maret sampai dengan 2 April 2010) di Van Vollenhoven Institute, Universitas Leiden. Agar pengetahuan yang didapatkan dari Belanda bermanfaat dalam pengembangan akademis kajian hukum adat, sekembalinya dari Belanda mereka akan melaksanakan lokakarya penyusunan/pengayaan Modul Hukum Adat. Modul hasil lokakarya tersebut akan menjadi bahan utama perkuliahan di fakultas hukum masing-masing .
 
“Sangat tepat jika mempelajari hukum adat Indonesia di Universitas Leiden. Pengembangan ilmu hukum di Indonesia banyak merujuk ke Belanda. Pusat pengembangan hukum Van Vollenhoven Institute (VVI) Universitas Leiden dikenal sebagai salah satu lembaga yang meneliti dan memiliki pakar tentang hukum adat, khususnya hukum adat Indonesia.”  demikian sambutan Marrik Bellen.

Komposisi peserta juga memenuhi keseimbangan gender dan asal wilayah. Mereka berasal dari dari enam universitas di Jawa (Universitas Diponegoro, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Kristen Satya Wacana, STAIN Pekalongan, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Muhamadiyah Malang) dan tujuh universitas di luar Jawa (Universitas Tanjungpura, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Sang Bumi Ruwai Jurai Lampung, Universitas Bengkulu, Universitas Lampung, serta Universitas Sriwijaya).

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Hukum UNDIP Arief Hidayat menyampaikan apresiasi kepada Nuffic-Neso Indonesia dan mengharapkan agar kerja sama yang anda dapat terus dijaga dan ditingkatkan di masa mendatang.