Bikin CV dan Lukis Bakiak di Days of International Students

19 Nov 2010

Sabtu (13/11) Nuffic menggelar Day of International Student. Bisa dibayangkan betapa serunya acara ketika mahasiswa internasional tumplek di satu tempat. Day of International Student digelar seharian di Den Haag. Sejak pukul sepuluh pagi, para mahasiswa internasional sudah berkumpul di Den Haag. Mereka bisa berkeliling kota dan masuk ke tempat-tempat wisata dengan (hampir) gratis. Pukul 12 siang, pembukaan acara dan berbagai workshop diadakan di gedung World Forum, Den Haag.

Mahasiswa Indonesia
Sekitar 200 mahasiswa Indonesia ikut serta dalam acara ini. "Ikutan karena kayaknya seru. Sekalian meluaskan pergaulan internasional dan ketemu dengan sesama mahasiswa Indonesia," kata Dian yang baru beberapa bulan kuliah di Universitas Erasmus Rotterdam.

"Acaranya keren banget. Kita bisa jalan-jalan keliling Den Haag dan dapat diskon untuk mengunjungi tempat-tempat wisata," cerita Ajeng, mahasiswa TU Delft. Jadi bareng-bareng keliling kota? "Oh, nggak. Nggak kayak pawai anak TK gitu, kok. Nuffic cuma kasih peta dan voucher diskon. Sisanya, kita bebas nentuin mau keliling ke mana dan jam berapa."

Alasan lain datang ke DIS? "Di sini saya sekalian cari informasi yang nggak ada di kampus," tambah Yecin yang sedang menuntut ilmu di ISS Den Haag. "Workshop bikin CV dan presentasi soal peluang kerja dan kemungkinan meneruskan studi dengan beasiswa, kan, penting banget."

Workshop
Day of International Student ini memang dipadati berbagai workshop. Dari yang serius macam pelatihan personality branding, kiat menyiapkan kewirausahaan, dan belajar bahasa Belanda kilat, sampai yang fun seperti Bollywood dancing, melukis tegel ala Delftsblauw, ice skating, dan permainan tradisional Belanda bisa ditemui di sini.

Emi, mahasiswa ISS yang baru datang April lalu, mencoba kelas lukis tegel. "Iya, tegel Delftsblauw yang biru-biru gitu, kan, identik sekali dengan Belanda, ya! Saya jadi pengen coba bikin," katanya sembari menekuni lukisan kincir anginnya.

Sementara Elva, Dewi dan Yeni keluar kelas Clog dancing - alias tarian bakiak Belanda - dengan wajah sumringah. "Menyenangkan, tapi ternyata susah ya," kata Dewi. "Konsentrasi tariannya di kaki, jadi lumayan pegel. Mana bakiaknya kegedean lagi."

Nuffic
Buat mahasiswa, acara ini jelas seru dan berguna. Tapi apa, dong, kepentingan Nuffic? Juru bicara Nuffic menerangkan dengan panjang lebar:

"Nuffic adalah lembaga yang berkonsentrasi dalam internasionalisasi pendidikan tinggi. Kami berusaha menarik sebanyak mungkin mahasiswa internasional untuk kuliah di Belanda, dan sebaliknya, sebanyak mungkin mengirim mahasiswa Belanda ke luar negeri. Kepentingan kami adalah adanya pertukaran ilmu pengetahuan. Itu sangat penting untuk ekonomi Belanda: mahasiswa Belanda di luar negeri bisa bawa ilmu dan pengalaman dari luar negeri, dan mahasiswa asing di sini juga bisa memperkaya ilmu pengetahuan di Belanda."

Internasional
Tapi kalau tujuannya membuka jejaring internasional, mahasiswa Indonesia yang datang sempat berbaur dengan mahasiswa dari negara lain nggak, ya? "Tadi sempet sih, kenalan ama beberapa mahasiswa dari Tanzania dan Kanada. tapi cuma basa-basi aja. Halo-halo, lalu lupa. Nggak sampai jadi teman," kata Ibrahim yang jauh-jauh datang dari Wageningen.

Source: RNW