Pelatihan Bidang Wilayah Pembangunan untuk Alumni Belanda

03 Feb 2010

Pemerintah Belanda, melalui program beasiswa StuNed, untuk kedua kalinya menyelenggarakan refresher course bagi para alumni lulusan StuNed atau Belanda. Refresher course ini bertujuan agar para alumni dapat terus meningkatkan dan memperbarui pengetahuan dan keterampilan yang pernah dipelajarinya di Belanda. Para pakar dari International Institute of Social Studies (ISS), salah satu institusi pendidikan tinggi Belanda akan memberikan materi dalam pelatihan ini. Program yang akan berlangsung pada 18-30 Januari 2010 di UI, Depok ini akan dibuka secara resmi oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Marrik Bellen dengan didampingi oleh Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, MSc.

  • 23 profesional alumni Belanda dari seluruh Indonesia
  • Dua pakar bidang Pembangunan Wilayah hadir dari ISS, Den Haag

 

Sebanyak 23 alumni Belanda mengikuti pelatihan yang juga terbuka bagi non alumni. Syarat utama keikutsertaan non alumni adalah rekomendasi dari para alumni. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jayapura, Manado, Palu, Makassar,  Kupang,  Medan,  Bogor, Bandung, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat, Yogyakarta, Semarang dan  Jakarta. Para peserta adalah profesional muda yang berkarir di berbagai institusi yaitu organisasi internasional, organisasi non pemerintah, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi.

 

“Kami senang melalui program beasiswa StuNed, para alumni Belanda dapat mengikuti refresher course yang memang khusus ditujukan terutama bagi mereka yang pernah menempuh program master bidang studi pembangunan, dan juga alumni Belanda dari program studi lain yang saat ini berkarir di lembaga yang berkaitan dengan dengan pembangunan wilayah. Diharapkan pelatihan ini dapat memperkaya cara pandang tentang pembangunan wilayah di Indonesia.“ demikian Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia.

 

Pelatihan di bidang pembangunan wilayah (regional development) mengambil judul “ New Directions in Local and Regional Development ”. Nuffic Neso Indonesia menggandeng Pusat Kajian Antropologi, Universitas Indonesia, Jakarta  (PKA-UI) untuk mengelola pelatihan ini. Melalui serangkaian workshop dan diskusi selama dua minggu, pengetahuan dan kapasitas para peserta akan disegarkan dan ditingkatkan agar dapat mengembangkan opsi-opsi pembangunan lokal dan wilayah yang kreatif agar pemerataan dan keadilan sosial (social justice) tercapai.

 

Dua orang pakar studi pembangunan dari ISS, Prof. Dr. Ben White dan Dr. Anirban Dasgupta akan berbagi ilmu dan best practices khususnya yang berhubungan dengan lima sub-tema yaitu, desentralisasi dan penguatan (decentralisation and empowerment); peninjauan kembali permasalahan transisi agraria (re-visiting agrarian transitions); penguatan potensi lapangan pekerjaan lokal (enhancing local employment potentials); praktek penggunaan pendekatan partisipatif pada tingkat lokal (local participatory processes in practice); serta kemiskinan dan kerentanan di tingkat lokal (local poverty and vulnerability). Setelah mengikuti program ini peserta diharapkan akan lebih memahami bagaimana untuk memulai meninggalkan model-model pembangunan yang sudah sudah tidak cocok lagi dan mencari model-model alternatif dengan lebih memberikan ruang bagi pendekatan yang kreatif, inovatif, serta bernuansa lokal dan kewilayahan. Selain kedua pakar dari ISS, Dr. Suraya Afiff dari PKA-UI akan aktif mendampingi para peserta sehingga diharapkan materi pelatihan dapat lebih diperkaya dengan kasus-kasus nyata dalam konteks Indonesia.

 

Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, MSc, lebih jauh menjelaskan: “Kita semua semakin menyadari bahwa kunci pembangunan dan transformasi masyarakat menuju kemajuan bersama sangatlah tergantung pada kualitas para pelaksananya. Elemen pemerintahan, bisnis dan masyarakat sipil saat ini membutuhkan orang-orang terbaik, yang memiliki pendidikan dan kompetensi yang dapat menjawab tantangan yang semakin kompleks. Para “Netherlands Alumni” adalah unsur yang sangat diharapkan, hadir dan terjun dalam kancah pembangunan bangsa Indonesia. Kami berterimakasih kepada Neso Indonesia yang telah memberikan dukungan yang sangat bermakna selama ini”.

 

Pada bulan Maret 2010 mendatang, Nuffic Neso Indonesia juga akan menyelenggarakan refresher course bidang pengarusutamaan lingkungan dalam pembuatan kebijakan. Alumni Belanda yang pernah menempuh program master di bidang tersebut dapat menghubungi Nuffic Neso Indonesia untuk menanyakan informasi selanjutnya.