StuNed - Tailor Made Training

Program Tailor-Made Training (TMT) merupakan salah satu modalitas Beasiswa StuNed yang bertujuan memfasilitasi peningkatan kapasitas lembaga (yang bekerja untuk kepentingan umum), dengan pelatihan khusus.  

Penyelenggara pelatihan berasal dari universitas Belanda, lembaga pengetahuan lain, atau konsultan pelatihan dari Belanda. Penyelenggara diperbolehkan untuk mengajak pakar Indonesia dalam tim pelatihan, jika diperlukan.

Untuk program 2021/2022, StuNed TMT mengundang lembaga Indonesia bersama dengan lembaga  Belanda bersaing mengajukan Joint Proposal, di bidang:

  • Ekonomi Sirkular / Circular economy (energi terbarukan/renewable energy, pengelolaan limbah/waste management, pertanian dan hortikultura/agriculture and horticulture).
  • Pengelolaan Sumber Daya Air / Water Management.

Tenggat penyerahan joint proposal : 17 Maret 2021, pukul 23:00 WIB

Informasi lengkap dapat diunduh di https://www.nuffic.nl/en/subjects/open-calls/call-joint-proposals-tailor-made-training-tmt-stuned-scholarship-programme

F.A.Q (Frequently Asked Questions)

Di bawah ini adalah daftar pertanyaan yang sering diajukan tentang StuNed – TMT. Jika pertanyaan Anda tidak ada di bawah ini, silakan mengirim e-mail ke tmt_stuned@nesoindonesia.or.id

1. Apa yang dimaksud organisasi Indonesia yang bekerja untuk kepentingan publik?

StuNed TMT untuk periode 2021/2022 ini dikhususkan bagi organisasi pemerintah, universitas, lembaga swadaya masyarakat, serta organisasi yang bergerak di bidang usaha mikro kecil menengah (UMKM).

2. Bagaimana menemukan organisasi Belanda untuk menjadi training provider bagi organisasi kami?

Di tautan https://delta.nuffic.nl/Application/Apply/271 yang terdapat di website Nuffic, tersedia informasi nama-nama lembaga Belanda yang telah mendapatkan ijin dari Nuffic untuk menyelenggarakan pelatihan.

Silakan buka tautan, cari nama organisasi di daftar pilihan yang ada, sebagaimana contoh di bawah ini:

 

3. Apa yang dimaksud dengan co-funding minimal 30% dari total biaya training?

Kewajiban co-funding 30% berasal dari kedua lembaga Indonesia dan Belanda. Lembaga Indonesia bisa menanggung pembiayaan peserta training berupa biaya transportasi, akomodasi, tunjangan uang harian (allowance) serta tempat dan logistik pelatihan. Sementara lembaga Belanda bisa berkontribusi untuk sebagian tarif pelatih.

4. Apakah satu lembaga Indonesia boleh mengajukan dua proposal?

Joint proposal diajukan dengan ditandatangani oleh pejabat setingkat minimal eselon dua (setingkat dekan untuk universitas). Organisasi yang memiliki lebih dari satu unit eselon dua/fakultas, dapat mengajukan lebih dari satu joint proposal, tetapi satu eselon dua hanya bisa mengirim satu joint proposal. 

Sementara, sebagai penyelenggara pelatihan, satu lembaga Belanda boleh mengajukan joint proposal lebih dari satu, bekerjasama dengan lembaga Indonesia yang berbeda.

5. Apakah kandidat peserta pelatihan dapat berasal dari organisasi lain?

Peserta pelatihan diutamakan dari organisasi pengaju. Namun jika dianggap relevan, organisasi pengaju dapat mengusulkan calon peserta dari pemangku kepentingan terkait.

6. Apakah pelatihan harus secara virtual/online?

Jika pelatihan diselenggarakan di tahun 2021, diwajibkan secara virtual. Jika kondisi pandemic covid-19 mereda di awal tahun 2022, diperbolehkan melakukan pelatihan tatap muka dengan pelatih.

Diperbaharuai terakhir 2021-02-18 09:58