Mahasiswa Belanda Studi di UGM, Tertarik Pembangunan Sosial di Indonesia

Publication date: 2020-03-18 07:55

Kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Máxima ke Indonesia menjadi momentum untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di banyak bidang termasuk pendidikan.

 

Di era disrupsi seperti sekarang, kerja sama bidang keilmuan lebih diarahkan pada kolaborasi, salah satunya dengan memperbanyak pertukaran pelajar. Jumlah mahasiswa asal Indonesia yang studi di Belanda cukup banyak, namun mahasiswa Belanda yang studi di Indonesia masih sedikit. Salah satunya adalah Rowie Noelle Van Zundert (25), mahasiswa  asal kota Breda, Belanda yang saat ini sedang menempuh studi S2 di Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fisipol UGM, melalui program beasiswa 'Gadjah mada International Fellowship Program'. Menurut Rowie, kualitas pendidikan di UGM sangat bagus, tidak kalah dengan universitas di Belanda. "Dosen-dosen di UGM juga banyak yang lulusan Eropa, jadi dari sisi kualitas cukup bagus," terang Rowie saat ditemui di Lobby Hotel Novotel Yogyakarta, Rabu (11/3). 

Hal lain yang membuat Rowie memutuskan menuntut ilmu di Indonesia, karena secara emosional ada hubungan histori antara Belanda dan Indonesia. Kakek Rowie pernah tinggal lama di Kota Surabaya, saat era pendudukan Belanda. 

Menurut Rowie, banyak hal menarik untuk dipelajari dari sisi pembangunan sosial yang dimiliki Indonesia sebagai negara berkembang. Rowie pun lebih bersemangat lagi untuk mengenal dan mempelajari Indonesia. Bahkan dia berencana untuk berkarier di Indonesia. Banyak hal yang ada di Belanda bisa diterapkan di Indonesia, terutama soal pemberdayaan kelompok disabilitas. 

 

Sumber berita: Kedaulatan Rakyat Yogyakarta 13 Maret 2020. 

Diperbaharuai terakhir 2020-03-18 07:52