Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima Berkunjung ke Pabrik Coklat Milik Holland Alumni

Publication date: 2020-03-19 05:22

Selasa, 11 Maret 2020 Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima melakukan kunjungan ke pabrik coklat, Pipiltin Cocoa. Pemlik pabrik coklat ini adalah Tissa Aunilla, salah satu alumni dari Belanda.

Salah satu agenda kunjungan kenegaraan dari Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima adalah mengunjungi pabrik coklat yang dimiliki oleh Tissa Aunilla dan Irvan Helmi (saudara kandung Tissa). 

Selain melihat proses produksi coklat di Pipiltin Cocoa, Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima, Tissa dan Helmi melakukan diskusi ringan seputar petani kakao di Bali bagaimana cara meningkatkan kualitas kakao, pemberdayaan perempuan, dan kesetaraan gender di masyarakat. 

Tissa Aunilla adalah CEO Pipiltin Cocoa, sebuah persusaah coklat dari Indonesia. Indonesia merupakan produsen biji kakao terbesat ketiga di dunia. Namun pada kenyataannya pasar domestik dibanjiri oleh kehadiran coklat impor. Berdasarkan realita tersebut Tissa bersama kakak kandungnya, Irvan Helmi memperkenalkan coklat premium tunggal asal Indonesia. Tissa berkomitmen untuk mendapatkan kakao dari petani kecil di Bali, Aceh, Flores, Jawa Timur, dan Papua Barat. Pengambilan bahan baku coklat secara langsung bertujuan untuk mendukung praktek agrikultur yang berkelanjutan.

Sebelum menekuni bidang produksi coklat, Tissa bekerja sebagai pengacara di sebuah perusahaan selama 7 tahun. Sejak Tissa tinggal di Belanda, kecintaan terhadap coklat tumbuh dan semakin berkembang ketika ia bekerja sebagai pengacara. Setelah mengakhiri karier sebagai pengacara Tissa memutuskan untuk mendirikan pabrik coklat Pipiltin dan ini merupakan keputusan terbesar yang ia putuskan selama hidupnya.

Cerita untuk mendirikan Pipiltin bermula ketika Tissa sedang menuntut ilmu program master hukum dan ekonomi di Utrecht University di Belanda. Program studi yang ia jalankan telah mengubah pola pikir untuk mengembangkan pengetahuan hukum tentang bisnis, terutama analisis biaya-manfaat. Hal ini sangat membantu Tissa dalam membentuk pendekatan kuantitatif dalam pengambilan keputusan bisnis Pipiltin Cocoa.

Diperbaharuai terakhir 2020-03-19 05:22